Skip to main content

Command Palette

Search for a command to run...

Bahas Krisis Karakter Kontemporer, Fakultas Ushuluddin IAI Persis Garut Gelar Seminar Nasional Tafsir Hadis

Updated
1 min read
Bahas Krisis Karakter Kontemporer, Fakultas Ushuluddin IAI Persis Garut Gelar Seminar Nasional Tafsir Hadis

Garut — Fakultas Ushuluddin Institut Agama Islam (IAI) Persis Garut menyelenggarakan Seminar Nasional Tafsir Hadis dengan mengusung tema “Strategi Pendidik Al-Qur’an dan Hadis dalam Mencetak Generasi Rabbani di Tengah Tantangan Krisis Karakter Kontemporer”. Kegiatan ini menjadi forum ilmiah strategis dalam merespons berbagai persoalan degradasi karakter di era modern.

Seminar dilaksanakan pada Kamis, 1 Januari 2026, mulai pukul 09.00 WIB, bertempat di Auditorium IAI Persis Garut. Kegiatan ini dihadiri oleh akademisi, dosen, mahasiswa, serta pemerhati kajian Al-Qur’an dan Hadis dari berbagai kalangan.

Dalam pelaksanaannya, seminar menghadirkan sejumlah narasumber kompeten di bidang tafsir dan hadis, di antaranya Dr. Roni Nugraha, M.Ag. sebagai Pemateri I, Dr. H. Agus Suyadi Raharusun, Lc., M.Ag. sebagai Pemateri II, serta dimoderatori oleh Zaenal Kholid, Lc., M.A.

Sementara itu, sesi keynote speech disampaikan oleh Dekan Fakultas Ushuludin IAI Persis Garut; Dr. H. Gun Gun Abdul Basit, M.Ag., yang memberikan penguatan konseptual terkait urgensi pendidikan Qur’ani dan Hadis dalam pembentukan karakter generasi rabbani.

Melalui seminar ini, Fakultas Ushuluddin IAI Persis Garut berharap dapat memberikan kontribusi akademik dan praktis bagi pengembangan strategi pendidikan Al-Qur’an dan Hadis yang relevan dengan tantangan zaman. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi ruang dialektika ilmiah untuk memperkuat peran perguruan tinggi Islam dalam menjawab krisis karakter kontemporer secara komprehensif dan berkelanjutan.

More from this blog

I

IAI Persis Garut - Berita dan Agenda

77 posts

Institut Agama Islam PERSIS Garut adalah perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik, profesional dalam kelompok disiplin agama, ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian.