Skip to main content

Command Palette

Search for a command to run...

Kuliah Umum Perdana IAI Persis Garut Angkat Isu Ancaman Atheisme terhadap Generasi Muda

Updated
•2 min read•View as Markdown
Kuliah Umum Perdana  IAI Persis Garut Angkat Isu Ancaman Atheisme terhadap Generasi Muda

Garut — Institut Agama Islam (IAI) Persis Garut menggelar Kuliah Umum dalam rangka Kuliah Perdana Semester Ganjil Tahun Akademik 2026–2027, Selasa (29/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula IAI Persis Garut ini mengangkat tema “Ancaman Atheisme Terhadap Generasi Muda” dengan menghadirkan Prof. Dr. Syamsudin Arif, M.A. sebagai pemateri. Kegiatan diikuti oleh unsur pimpinan, dosen, mahasiswa, serta tamu undangan.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang disampaikan oleh Muhammad Syamsu Rizal, S.Ag., Mentor UPT THQ IAI Persis Garut. Acara dilanjutkan dengan menyanyikan Indonesia Raya dan Mars IAI Persis Garut oleh Paduan Suara IAI Persis Garut.

Memasuki sesi sambutan, yang pertama dari  Pimpinan Daerah Persis Kabupaten Garut disampaikan langsung oleh Dr. H. Gun Gun Abdul Basit, M.Ag sebagai ketua.

Sambutan berikutnya oleh Rektor IAI Persis Garut:  Dr. H. Tiar Anwar Bachtiar, M.Hum. sekaligus membuka acara secara resmi. Dalam sambutannya tersebut disampaikan pengantar tentang latarbelakang dipilihnya tema ini dan urgensinya bagi mahasiswa IAI Persis Garut sebagai generasi muda

Adapun kegiatan inti kuliah umum dipandu oleh: Daden Robi Rahman, M.Ud, wakil Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab IAI Persis Garut.

Memasuki acara inti, pemaparan materi kuliah umum dengan tema "Ancaman Atheisme Terhadap Generasi Muda" oleh Prof. Dr. Syamsudin Arif, M.A. Pemikiran Ateisme dibedah secara kritis.

Dalam pemaparannya yang berjudul "Benarkah Tuhan Tidak Ada? Mengurai Argumen Para Ateis", Prof. Syamsudin Arif mengkritik argumen-argumen utama ateisme modern dan menunjukkan cacat logika (logical fallacies) di dalamnya. Klaim Ateis bahwa: "Tuhan tidak kelihatan, maka Tuhan tidak ada" menurutnya terdapat kecacatan logika. Sebab ateis melakukan kesalahan dengan menyamakan "ada" dengan "terlihat". Nyatanya, banyak realitas yang terbukti ada namun tidak dapat dilihat mata telanjang, seperti gelombang radio/Wi-Fi, medan magnet, atom/partikel mikro, hingga pikiran dan makna. Ketidakterlihatan bukan bukti dari ketiadaan.

Tema ini semakin menarik dan tajam dibahas dalam sesi tanya jawab. Berbagai pertanyaan kritis disampaikan oleh para penanya.

Setelah sesi kuliah umum, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan plakat kepada pemateri oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. Daris Tamim, M.Pd didampingi Rektor dan Ketua PD Persis Garut.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa dan dilanjutkan foto bersama.

Dengan terselenggaranya kuliah umum ini, IAI Persis Garut resmi membuka rangkaian perkuliahan Semester Ganjil Tahun Akademik 2026–2027dengan menghadirkan ruang akademik yang mempertemukan sivitas akademika dengan isu-isu penting yang berkaitan dengan kehidupan keagamaan dan generasi muda.

More from this blog

I

IAI Persis Garut - Berita dan Agenda

103 posts

Institut Agama Islam PERSIS Garut adalah perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik, profesional dalam kelompok disiplin agama, ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian.