Sidang Proposal Skripsi IAT IAI Persis Garut: Meneguhkan Identitas Keilmuan Al-Qur’an dan Tafsir

Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) IAI Persis Garut menyelenggarakan Sidang Proposal Skripsi pada Sabtu, 17 Januari 2026, yang diikuti oleh 47 mahasiswa. Kegiatan ini menjadi momentum akademik penting sebagai gerbang awal mahasiswa memasuki tahap akhir studi dan pembuktian keilmuan yang telah ditempuh selama perkuliahan.

Dalam sambutannya, Ketua Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Yan Yan Nurdin, M.Ag, menegaskan bahwa judul proposal skripsi harus mencerminkan identitas keilmuan prodi, yakni berakar kuat pada bidang Ilmu-ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Kajian tersebut dapat meliputi Ulumul Al-Qur’an, metode tafsir, studi kitab tafsir, maupun kajian turats tafsir klasik dan kontemporer.
Beliau mengingatkan agar mahasiswa tidak terjebak pada skripsi yang “rasa” keilmuannya bergeser ke disiplin lain. “Jangan sampai skripsi mahasiswa Prodi IAT terasa seperti skripsi PAI, sosial, syariah, atau ekonomi. Kalaupun bersifat interdisipliner, kajian Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir harus tetap dominan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Yan Yan Nurdin menekankan bahwa ujian proposal skripsi merupakan ruang pengujian tanggung jawab akademik atas ilmu yang telah diperoleh selama masa studi. Ia mengaitkan pesan tersebut dengan QS. Al-Isra ayat 36, yang menegaskan bahwa pendengaran, penglihatan, dan hati akan dimintai pertanggungjawaban. Apa yang selama ini didengar dari dosen, dibaca, dan dipelajari mahasiswa, kini diuji secara ilmiah melalui forum sidang proposal.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ushuluddin, Dr. H. Gun Gun Abdul Basith, M.Ag, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan PPM (Praktik Profesi Mahasiswa) yang telah menghasilkan 25 artikel jurnal ilmiah. Prestasi ini menunjukkan produktivitas akademik mahasiswa Prodi IAT yang patut dibanggakan.

Salah satu capaian yang disorot adalah artikel karya Faisal Afifi, mahasiswa Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, yang telah terbit di jurnal Sinta 3 (jurnal.a-raniry.ac.id) dengan judul: “Revitalizing Khilafah fi al-Ard for Sustainable Agriculture: An Ethical Operational Framework from Quranic Exegesis.”
Selain itu, enam artikel telah diterbitkan di Jurnal Quranuna, dan enam artikel lainnya sedang dalam proses submit ke jurnal-jurnal Sinta lainnya. Tema-tema yang diangkat dinilai sangat relevan dengan isu aktual, khususnya ekoteologi, yang saat ini menjadi perhatian serius Kementerian Agama RI.
Dekan juga memberikan motivasi spiritual dan akademik kepada mahasiswa yang tengah menghadapi ujian akhir. Dengan mengutip QS. Al-Baqarah ayat 153, beliau mengingatkan bahwa kehidupan akademik tidak lepas dari ujian—rasa takut tidak lulus, keterbatasan waktu, hingga kesulitan finansial—namun semua itu harus dihadapi dengan kesabaran dan rasa syukur.

Setelah sambutan, Dekan secara resmi membuka Sidang Proposal Skripsi. Ujian kali ini dibagi ke dalam empat majelis, dengan dosen penguji:
Yan Yan Nurdin, M.Ag & Dr. Abdurrohim, M.Ag
Dr. Luthfi Lukmanul Hakim, Lc., MH & Asep Munawar Ikbal, M.Ud
Zaenal Khalid, Lc., MA & H. Irwan Noviansyah, Lc., M.Ud
Yudi Wildan Rasyid, Lc., M.Pd.I & Hasan Anshori, M.Pd.I
Secara umum, para penguji menyampaikan kepuasan terhadap kualitas dan arah judul proposal skripsi yang diajukan. Mayoritas proposal dinilai telah berbasis kajian turats dan menunjukkan dominasi perspektif Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, sejalan dengan harapan dan visi Ketua Prodi IAT.
Sidang proposal ini tidak hanya menjadi tahapan administratif, tetapi juga peneguhan jati diri keilmuan mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir—bahwa skripsi bukan sekadar syarat kelulusan, melainkan amanah ilmiah yang kelak dipertanggungjawabkan, baik secara akademik maupun spiritual.





