Skip to main content

Command Palette

Search for a command to run...

Dari Riwāyah ke Ri'āyah: HM-PS ILHA IAI Persis Garut sukses laksanakan Khidmatul Ummah 2026

Updated
6 min readView as Markdown
Dari Riwāyah ke Ri'āyah: HM-PS ILHA IAI Persis Garut sukses laksanakan Khidmatul Ummah 2026

Garut, 20 Agustus 2026 — Himpunan Mahasiswa Program Studi (HM-PS) Ilmu Hadits IAI Persis Garut melalui program Khidmatul Ummah melaksanakan rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat selama sepuluh hari, mulai 10 hingga 20 Agustus 2026 di wilayah Kudang, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut.

Mengusung tema *“Dari Riwāyah ke Ri'āyah: Mengaktualisasikan Nilai-Nilai Hadis dalam Pengabdian kepada Masyarakat”*, Khidmatul Ummah menjadi ruang bagi mahasiswa Ilmu Hadits untuk mengaktualisasikan ilmu yang dipelajari di lingkungan akademik melalui berbagai bentuk kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Selama pelaksanaannya, Khidmatul Ummah mencakup tiga bidang utama, yaitu pendidikan, dakwah, dan sosial. Ketiganya diwujudkan melalui kegiatan pembelajaran, kajian keagamaan, penguatan literasi hadis, pelayanan sosial, kebersihan lingkungan, silaturahmi, serta kegiatan kolaboratif bersama masyarakat dan komunitas.

*Pendidikan: Menghadirkan Pembelajaran di Tengah Masyarakat*

Bidang pendidikan menjadi salah satu bagian utama dalam rangkaian Khidmatul Ummah. Kegiatan pendidikan dilaksanakan melalui jalur formal dan nonformal dengan melibatkan berbagai lembaga pendidikan, masjid, madrasah, serta lingkungan pesantren.

Dalam pendidikan formal, mahasiswa melaksanakan kegiatan pembelajaran di tingkat Tsanawiyah PPI 212 Kudang. Kehadiran mahasiswa dalam kegiatan tersebut menjadi sarana untuk berbagi pengetahuan sekaligus membangun interaksi secara langsung dengan para santri.

Sementara itu, kegiatan pendidikan non formal berlangsung melalui berbagai ruang pembelajaran yang dekat dengan keseharian masyarakat. Mahasiswa mendampingi pengajian anak-anak ba'da Maghrib di Masjid At-Taqwa, pengajian anak-anak ba'da Subuh di Masjid Al-Furqan, serta kegiatan belajar di Madrasah Diniyah As-Salafiyah dan Madrasah Al-Ihsan. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berinteraksi langsung dengan anak-anak sekaligus mendampingi mereka dalam mempelajari dasar-dasar keislaman.

Kegiatan pendidikan juga diarahkan secara khusus pada penguatan pembelajaran hadis. Mahasiswa mengadakan hafalan hadis bersama santri-santri asrama tingkat Tsanawiyah dan tingkat Mu'allimin PPI 212 Kudang yang dilaksanakan ba'da Isya. Dalam pelaksanaannya, kegiatan hafalan tersebut pada beberapa kesempatan diselingi dengan kajian hadis sehingga peserta tidak hanya diarahkan untuk menghafal, tetapi juga memperoleh pemahaman terhadap hadis yang dipelajari.

Selain kegiatan pembelajaran bersama santri dan anak-anak, mahasiswa yang sedang melaksanakan pengabdian juga menyelenggarakan Workshop Hadis sebagai bagian dari rangkaian program Khidmatul Ummah. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 19 Agustus 2026 di MA Persis 212 Kudang dengan mengangkat tema _“Navigasi Tradisi Zaman Kenabian: Bedah Fondasi Keabsahan Hadits di Era Digital.”_

Workshop tersebut dirancang dan dilaksanakan oleh mahasiswa Ilmu Hadits yang terlibat dalam program Khidmatul Ummah, dengan mahasiswa pengabdian turut berperan sebagai pengisi materi dan santri tingkat Mu'allimin PPI 212 Kudang sebagai peserta.

Rangkaian kegiatan meliputi penyampaian materi Muqaddimah Musthalah al-Hadits, Game Ber-Sanad, serta pengenalan aplikasi hadis digital. Kegiatan ini dikemas secara interaktif agar para santri tidak hanya mengenal dasar-dasar keilmuan hadis, tetapi juga memahami pentingnya sanad dalam tradisi keilmuan hadis serta mengenal pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran dan penelusuran hadis.

Dengan demikian, kegiatan pendidikan dalam Khidmatul Ummah tidak hanya berlangsung dalam bentuk pembelajaran formal, tetapi juga melalui pengajian, hafalan hadis, kajian, serta kegiatan pengembangan wawasan yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta.

*Dakwah: Menghidupkan Nilai-Nilai Hadis dalam Kehidupan*

Selain pendidikan, dakwah menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Khidmatul Ummah. Kegiatan dakwah dilaksanakan melalui berbagai kajian yang menyasar remaja maupun masyarakat umum.

Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah Kajian Remaja di PJ Garawangsa yang berlangsung setiap malam Rabu ba'da Isya. Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan mahasiswa dengan para remaja untuk berbagi wawasan keislaman sekaligus membangun kedekatan dengan generasi muda di lingkungan tersebut.

Kegiatan dakwah juga berlangsung melalui kajian ba'da Subuh di Masjid As-Salafiyah pada hari Senin, serta kajian di Masjid At-Taqwa pada malam Rabu ba'da Maghrib. Melalui berbagai forum tersebut, mahasiswa tidak hanya menyampaikan materi keislaman, tetapi juga berinteraksi secara langsung dengan masyarakat dan menjadi bagian dari kehidupan keagamaan di lingkungan tempat pengabdian.

Rangkaian dakwah kemudian diperkuat melalui Tabligh 'Am yang dilaksanakan pada Rabu, 19 Agustus 2026 di Masjid Jami' As-Salafiyah. Kegiatan ini mengangkat tema besar Khidmatul Ummah, yaitu _“Dari Riwāyah ke Ri'āyah: Mengaktualisasikan Nilai-Nilai Hadis dalam Pengabdian kepada Masyarakat.”_

Tabligh 'Am menjadi salah satu momentum untuk mempertemukan nilai-nilai hadis dengan realitas kehidupan masyarakat. Hadis tidak hanya dipelajari sebagai khazanah keilmuan, tetapi juga diharapkan mampu melahirkan sikap kepedulian dan pengabdian.

*Kolaborasi: Mempertemukan Dakwah, Edukasi, dan Pemberdayaan*

Khidmatul Ummah juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satunya melalui Talkshow Titik Temu #3 yang bekerja sama dengan FUN Garut.

Talkshow tersebut merupakan bagian dari Road to Garut Preneurcamp dalam rangka menyambut kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Kegiatan ini menghadirkan pembahasan mengenai pengembangan potensi masyarakat, mulai dari circular economy, pengembangan ekonomi di bidang seni dan budaya, hingga optimalisasi potensi pertanian dan peternakan.

Kolaborasi bersama FUN Garut juga diwujudkan melalui cukur gratis dan pengobatan tradisional yang dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan Talkshow Titik Temu. Kedua kegiatan tersebut menjadi bentuk pelayanan sosial yang memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat yang hadir dalam kegiatan.

Dengan adanya kolaborasi tersebut, Khidmatul Ummah tidak hanya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menjalankan kegiatan pendidikan dan dakwah, tetapi juga membuka kesempatan untuk menghadirkan pelayanan serta pemberdayaan masyarakat melalui kerja sama dengan berbagai pihak.

*Sosial: Mengabdi Melalui Kepedulian dan Pelayanan*

Di luar kegiatan kolaboratif bersama FUN Garut, Khidmatul Ummah juga diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Dalam bidang kebersihan, mahasiswa melaksanakan Jumat Bersih (Jumsih) di Masjid As-Salafiyah dan Masjid At-Taqwa. Selain itu, kegiatan kebersihan juga dilakukan secara rutin setiap pagi melalui kegiatan beres-beres di Masjid As-Salafiyah.

Mahasiswa juga turut melakukan perbaikan alat pembelajaran di Masjid At-Taqwa. Kegiatan tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap fasilitas yang digunakan masyarakat dalam menunjang proses pembelajaran.

Pengabdian sosial juga dilakukan melalui kegiatan silaturahmi dan pengenalan terhadap potensi masyarakat. Mahasiswa melakukan kunjungan ke peternakan sapi dan tempat produksi yoghurt untuk melihat secara langsung aktivitas serta potensi ekonomi yang berkembang di lingkungan masyarakat.

Selain itu, silaturahmi dilakukan kepada PJ-PJ Persis yang berada di lingkungan PC Persis Wanaraja, serta kepada masyarakat secara umum. Silaturahmi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi dan hubungan yang baik antara mahasiswa dengan masyarakat selama pelaksanaan Khidmatul Ummah.

*Dari Riwāyah Menuju Ri'āyah*

Berbagai kegiatan yang dilaksanakan selama sepuluh hari tersebut menjadi gambaran bahwa Khidmatul Ummah berusaha membawa ilmu hadis keluar dari ruang pembelajaran menuju kehidupan masyarakat.

Tema “Dari Riwāyah ke Ri'āyah” menjadi landasan penting dalam keseluruhan kegiatan. Riwāyah menggambarkan proses penerimaan dan transmisi hadis, sedangkan ri'āyah dapat dimaknai sebagai upaya menjaga, memperhatikan, dan menghadirkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan.

Dalam konteks Khidmatul Ummah, proses tersebut diwujudkan melalui berbagai bentuk pengabdian. Mahasiswa mengajar dan mendampingi anak-anak serta santri dalam bidang pendidikan, menyampaikan kajian kepada remaja dan masyarakat dalam bidang dakwah, serta terlibat dalam pelayanan sosial, kebersihan, perbaikan fasilitas, silaturahmi, dan kolaborasi bersama komunitas.

Dengan demikian, hadis tidak hanya ditempatkan sebagai objek kajian akademik, tetapi juga sebagai sumber nilai yang mendorong lahirnya kepedulian terhadap sesama. Ilmu yang diperoleh mahasiswa di kampus diarahkan untuk memberikan manfaat ketika berhadapan langsung dengan realitas masyarakat.

Sepuluh hari Khidmatul Ummah menjadi proses pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami bahwa pengabdian tidak selalu hadir dalam bentuk kegiatan besar. Mengajar seorang anak, mendampingi santri menghafal hadis, membersihkan masjid, memperbaiki fasilitas belajar, berbagi pengetahuan, mengunjungi pelaku usaha masyarakat, memberikan pelayanan sosial, hingga membangun silaturahmi merupakan bagian dari upaya menghadirkan kemanfaatan.

Pada akhirnya, Khidmatul Ummah menjadi ruang pertemuan antara ilmu dan amal, hadis dan kehidupan, serta riwāyah dan ri'āyah. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, HM-PS Ilmu Hadits IAI Persis Garut berupaya menjadikan ilmu hadis tidak hanya dipahami dan diwariskan, tetapi juga dihidupkan melalui pengabdian kepada masyarakat.

More from this blog

I

IAI Persis Garut - Berita dan Agenda

96 posts

Institut Agama Islam PERSIS Garut adalah perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik, profesional dalam kelompok disiplin agama, ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian.