Dari Kampus untuk Umat, Pelaksanaan MPM IAI Persis Garut 2026 di Kabupaten Sumedang Resmi Dimulai

Garut, 3 Agustus 2026 – Institut Agama Islam (IAI) PERSIS Garut melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) secara resmi memulai rangkaian kegiatan Masa Pengabdian kepada Masyarakat (MPM) Tahun 2026 yang ditandai dengan pelaksanaan Seremoni Serah Terima Peserta MPM di Aula Desa Rancakalong, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang, pada Senin (3/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan IAI PERSIS Garut, Pemerintah Kecamatan dan Desa Rancakalong, dosen pembimbing lapangan (DPL), serta mahasiswa peserta MPM. Rangkaian acara meliputi pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, laporan Ketua LPPM Abdul Mugni, M.Pd., sambutan Kepala Desa Rancakalong, sambutan Rektor IAI PERSIS Garut Dr. H. Tiar Anwar Bachtiar, M.Hum., sambutan Camat Rancakalong, penyerahan mahasiswa peserta MPM kepada pemerintah setempat, foto bersama, dan penutupan.
Dalam kegiatan pembukaan ini hadir juga unsur Dekanat IAI Persis Garut, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan: Riyan Nuryadin, M.Pd., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam: Aip Zaenal Muttaqin, M.E, Wakil Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab: Daden Robi Rahman, M.Ud, seluruh Ketua Prodi, dan para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
Secara spesifik pelaksanaan MPM, atau yang umum dikenal dengan KKN ini, dipusatkan di dua kecamatan yang ada di Kabupaten Sumedang, yaitu Kecamatan Pamulihan dan Kecamatan Rancakalong. Pemilihan wilayah ini menjadi bagian dari strategi pengabdian yang terfokus agar program dapat dilaksanakan secara lebih intensif, terukur, dan berkelanjutan.
Di Kecamatan Pamulihan, mahasiswa ditempatkan pada empat desa, yaitu Desa Citali, Desa Sukawangi, Desa Cigendel, dan Desa Pamulihan. Sementara itu, di Kecamatan Rancakalong, pengabdian dilaksanakan di enam desa, yaitu Desa Rancakalong, Desa Pasirbiru, Desa Sukasirnarasa, Desa Sukamaju, Desa Sukahayu, dan Desa Pamekaran. Dengan demikian, MPM IAI PERSIS Garut Tahun 2026 menjangkau 10 desa binaan yang menjadi laboratorium sosial bagi mahasiswa dalam mengimplementasikan hasil pembelajaran, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat. (
Sebanyak 10 kelompok mahasiswa diterjunkan ke masing-masing desa dan didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Setiap kelompok berasal dari berbagai program studi sehingga menghadirkan pendekatan multidisiplin dalam menyusun program inovasi desa, mulai dari bidang keagamaan, pendidikan, sosial, ekonomi, hingga penguatan kelembagaan masyarakat. Model ini diharapkan mampu menghasilkan program yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan lokal sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat.
Sebagai tambahan informasi, pelaksanaan MPM ini disusun dalam delapan tahapan utama, yaitu Transect (observasi lapangan), pemetaan aktor, penyadaran masyarakat, peningkatan kapasitas, pengorganisasian, implementasi program, refleksi, hingga membangun keberlanjutan program. Setiap tahapan memiliki indikator capaian yang jelas sehingga program yang dilaksanakan benar-benar berdasarkan kebutuhan masyarakat dan menghasilkan dampak nyata. Karena itu, model pengabdian yang dipilih berbasis kepada riset dan pemberdayaan masyarakat, sehingga mahasiswa tidak hanya melaksanakan kegiatan sosial, tetapi terlebih dahulu melakukan pemetaan kebutuhan riil masyarakat melalui pendekatan ilmiah. Model ini merupakan implementasi tridarma perguruan tinggi yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian dalam satu siklus kegiatan yang berkelanjutan.
Sesuai timeline kegiatan, pelaksanaan MPM akan berlangsung sepanjang 1–31 Agustus 2026, diawali sebelumnya dengan tahap pembekalan, perencanaan program inovatif, validasi proposal, serah terima peserta, implementasi program di berbagai bidang seperti keagamaan, pendidikan, sosial, ekonomi, dan pemerintahan, kemudian diakhiri dengan refleksi, penyusunan luaran, serta diseminasi hasil pada September 2026.
MPM IAI PERSIS Garut untuk tahun 2026 ini mengusung tema: Dari Kampus untuk Umat: Menguatkan Dakwah, Pendidikan, dan Pemberdayaan. Harapannya, melalui MPM ini IAI PERSIS Garut menargetkan lahirnya berbagai luaran, antara lain: peningkatan kapasitas masyarakat, artikel ilmiah, media edukasi, laporan pengabdian, serta penguatan jejaring kemitraan dengan pemerintah desa, lembaga pendidikan, pesantren, dan masyarakat. Program ini diharapkan menjadi bukti nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi berbasis riset sekaligus memperkuat dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.





