Hadirkan Pembicara dari Madinah dan Mesir, IAI Persis Garut Sukses adakan Simposium Internasional Bahasa Arab

Rabu, 12 Nopember 2025 Institut Agama Islam (IAI) Persatuan Islam (Persis) Garut menyelenggarakan seminar internasional. Al-Nadwah al-‘Alamaiah fi Ta’lim al-Lugat al-‘Arabiat li Gairi Nathiqina biha menghadirkan para pembicara dari Mekkah, Mesir, dan Indonesia. The International Symposium on Teaching Arabic to Non-Native Speaker ini diselenggarakan oleh Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI), Magister Ilmu Hadits, dan Pendidikan Bahasa Arab (PBA) IAI Persis Garut.

Acara dipimpin oleh ustadz Hasan Anshori, M.Pd. menggunakan bahasa Arab. Ustadz Hasan kemudian mempersilahkan syed Muhammad mahasiswa asal Mesir untuk membacakan Ayat Suci Alquran. Selanjutnya diketengahkan sambutan dari Rektor IAI dan Sekeretaris Umum (Sekum) PP Persis.
“Kita akan terus bekerjasama mengembangkan pengajaran Bahasa Arab. Yayasan Thoba ini telah mengembangkan metode baru, yaitu Metode Takallam. Untuk di Indonesia bila akan menggunakan metode Takallam ini maka akan melalui kita,” jelas ustadz Dr. Tiar Anwar Bahctiar, M.Hum. Kegiatan seminar ini adalah sebagai lanjutan dari kegiatan pelatihan bahasa Arab untuk santri di bulan September di Mesir. “Dalam waktu dekat kita akan melaksanakan pengajaran bahasa Arab dengan pengajar native speaker,” lanjut ustadz Tiar. “Mudah-mudahan acara ini bermanfaat dan membuka cakrawala kita dalam berbahasa Arab,” tutup ustadz Tiar.
“Acara ini penting bagi jamiyah Persatuan Islam,” ucap ustadz Dr. Haris Muslim, MA. Bahasa Arab merupakan prasyarat untuk mempelajari ilmu-ilmu syari’at. Bahkan “Bahasa Arab tidak hanya untuk membaca dan memahami teks, akan tetapi juga untuk berbicara,” ungkap ustadz Haris. “Kerjasama ini mudah-mudahan dengan perjanjian yang kokoh sehingga memberikan manfaat bagi berbagai pihak. Dan pada akhirnya tercapai bahwa Persis mempunyai perhatian yang semakin meningkat terkait bahasa Arab,” papar ustadz Haris.

Usai sambutan acara berlanjut ke seminar yang dipandu oleh Dr.H. Azis Asmana, Lc., M.Ag, Ketua Prodi Magister Ilmu Hadis IAI Persis Garut. Pembicara pertama adalah Dr. Abdul Ilah bin Abdullah Al-Musharraf, pemateri kedua adalah Dr. Muhammadi Shalih Atiyah, dan yang ketiga ialah Prof. Syihabudin, M.Pd. Meski pemateri pertama dari Madinah dan yang kedua dari Mesir tapi keduanya adalah pengurus yayasan Taba.
Dr. Abdul Ilah mengetengahkan pentingnya mempelajari bahasa Arab. Alumni Ohio University ini menjelaskan bahwa Bahasa Arab merupakan bahasa yang digunakan nabi Adam di surga. Hal ini berdasarkan Alquran Surat Al-Baqarah ayat 31. Tidak hanya itu, bahasa Arab pun sebagai bahasa pertama manusia di dunia. Konsultan Pendidikan Kementrian KSA ini pun menyampaikan ada bagian di otak khusus untuk bahasa. Penggunaan bagian terebut dengan kemahiran berbahasa akan berpengaruh pula terhadap kecerdasan.
Dr. Muhammadi Shalih Atiyah mengemukakan cara-cara mempelajari bahasa Arab. Pria asal Mesir ini menjelaskan bahwa bahasa Arab memiliki kosa kata hingga dua belas juta lebih. Meski demikian itu dapat dipelajari dengan mudah. Bagi yang merasa kesulitan maka hal itu sebenarnya karena mindset dan jalan yang ditempuh keliru.

Tahapan yang harus dilalui menurut Dr. Muhammadi ialah: Pertama, memperbaiki niat; kedua, mempersiapkan diri untuk belajar bahasa Arab; ketiga, menempatkan mempelajari bahasa sebagai prioritas; keempat, menggunakan berbagai alat pembelajaran bahasa Arab; kelima, sabar, konsisten, dan terus mengingat; serta keenam, melatih bahasa terus menerus.
Kesempatan terakhir adalah untuk Prof. Syihabudin, MA. Direktur Pascarajana UPI ini menyoroti proses pengolahan bahasa pada otak. Informasi yang diterima oleh indera kemudian dikonsultasikan kepada memori melalui otak. Kemudian otak memberi makna berdasakan memori tersebut. Pada akhirnya logika akan mengaitkan atau menguji makna dengan pengalaman yang dimiliki pemiliki indera tersebut. Makna tersebut kemudian akan berjumpa dengan apa yang dialami oleh yang lain. Dengan pertemuan ini dimungkinkan adanya pengetahuan yang baru.

Sesi terakhir dilakukan tanya jawab. Perwakilan hadirin bertanya terkait bahasa, bahasa Arab, penggunaan AI, dan lain sebagainya. Lebih dari setengah jam proses dialog terjadi. Sekitar pukul 12 siang lebih sedikit acara kegiatan seminar diakhiri. (Liputan: Yusri)






