Seminar dan Gelar Karya Pendidikan Panca Waluya PGMI 2026 Sukses Digelar di IAI Persis Garut

Garut — Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Institut Agama Islam (IAI) Persis Garut berhasil menyelenggarakan Seminar dan Gelar Karya Pendidikan Panca Waluyu PGMI Tahun 2026 pada Senin (2/2/2026) di Auditorium IAI Persis Garut. Kegiatan ini berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai dan diikuti oleh mahasiswa, dosen, serta praktisi pendidikan.

Mengusung tema “Nyantri, Nyakola, Nyunda, Nyantika: Internalisasi Nilai Panca Waluyu Berbasis Deep Learning dalam Pendidikan Keguruan”, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman konseptual dan implementatif nilai-nilai Panca Waluyu dalam pendidikan guru melalui pendekatan deep learning yang berlandaskan nilai keislaman dan kearifan lokal.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor 1 Bidang Akademik: Dr. Daris Tamin, M.Pd dengan sebelumnya disampaikan sambutan oleh Riyan Nuryadin, S.H.I., M.Pd.I.., selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Tinggi IAI Persis Garut. Dalam paparannya sebagai keynote speaker, ia menekankan pentingnya pendekatan deep learning dalam membentuk calon guru yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter religius, sosial, dan kultural yang kuat.

Seminar ini menghadirkan Prof. Dr. Julia, M.Pd., Kepala Divisi Pengembangan Kurikulum Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), yang memaparkan pengembangan kurikulum berbasis nilai dan relevansinya dengan tantangan pendidikan abad ke-21. Selain itu, *Iam Iam Pahala, S.H.I., M.Ag., Dosen dan Tenaga Ahli Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, menyampaikan materi terkait peran kebijakan pendidikan nasional dalam mendorong penerapan *deep learning berbasis nilai.
Acara dipandu oleh Dr. Heri M. Tohari, S.Fil., M.Pd., Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, yang memandu diskusi secara interaktif dan dialogis. Sementara itu, Nurraeni Sugih Pramukti, M.Pd., selaku Ketua Program Studi PGMI IAI Persis Garut, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis prodi dalam memperkuat kompetensi dan karakter calon guru madrasah.

Dalam kesempatan ini dilangsungkan juga penandatanganan MoU antara Prodi PGMI IAI Persis Garut dengan UNIGA, IMDA dan SLBN.

Selain seminar, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan gelar karya mahasiswa PGMI dan dari siswa berkebutuhan khusu dari SLBN yang menampilkan berbagai pertunjukan dan produk pembelajaran inovatif berbasis nilai Panca Waluya. Gelar karya tersebut menjadi wujud nyata implementasi mengintegrasikan nilai keislaman, budaya lokal, dan pendekatan pedagogis modern.





