Isu Sosial dan Kajian Tematik Mendominasi Tema Sidang Skripsi Fakultas Ushuludin IAI Persis Garut

Garut, 19 Juli 2025 – Fakultas Ushuluddin IAI Persis Garut mencetak sejarah baru dengan menyelenggarakan sidang skripsi bersama untuk dua program studi: Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) dan Ilmu Hadis (ILHA). Kegiatan ini berlangsung khidmat dan kondusif yang dilaksanakan pada hari Jum’at, 18 Juli 2025 yang bertepatan dengan hari yang penuh berkah.

Total peserta sidang mencapai 48 orang, terdiri dari 33 mahasiswa Prodi IAT dan 15 mahasiswa Prodi ILHA, yang tersebar dalam 9 majlis siding yaitu 5 majlis untuk IAT dan 4 majlis untuk ILHA.
Turut hadir dalam pembukaan acara, Wakil Dekan Fakultas Ushuluddin, Ust. Daden Robi Rahman, M.A., yang mewakili Dekan Fakultas, Dr. Gun Gun Abdul Basith, M.Ag., yang berhalangan hadir. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan permohonan maaf dari dekan dan memberikan apresiasi tinggi atas pelaksanaan sidang yang untuk pertama kalinya menggabungkan dua prodi dalam satu momentum ilmiah. Ia juga menekankan keberkahan hari Jum’at dan mendoakan kelancaran seluruh proses bagi para mahasiswa peserta.

Dalam sambutannya Ketua Prodi IAT, Ust. Yan yan Nurdin, M.Ag., menyampaikan bahwa sidang kali ini merupakan sidang kesepuluh sejak berdirinya Prodi IAT pada tahun 2016. Dari total 57 mahasiswa, sebanyak 33 orang mengikuti sidang gelombang pertama, dan sisanya akan menyusul di gelombang kedua.
Salah satu kebanggaan akademik di prodi Ilmu Al Quran & Tafsir juga hadir dari mahasiswa bernama Zulfi Muhammad Ramadhan, yang menyelesaikan tugas akhirnya melalui jalur non-skripsi, yakni artikel jurnal ilmiah yang telah terbit dan terindeks SINTA 3. Artikelnya berjudul "Challenging Hegemony: Contextualizing Social Class Transformation in Sayyid Qutb’s Tafsir" dan dimuat di Jurnal Sosiologi Agama UIN Ar-Raniry Aceh. Pada momentum itu zulfi mempresentasikan artikel jurnalnya di depan dosen penguji yaitu Dekan & Wakil Dekan Fakultas Ushuluddin dan mendapatkan nilai yang signifikan.
Sementara itu, Ust. Aziz Asmana, Lc., M.Ag., selaku Ketua Prodi ILHA, menekankan pentingnya tanggung jawab ilmiah bagi setiap mahasiswa yang sedang diuji. Ia berharap setiap mahasiswa serius dan jujur secara akademik, serta mendoakan agar sidang berjalan lancar hingga akhir.

Dari total 48 skripsi yang diuji, terjadi kecenderungan yang mencolok: tema-tema sosial-kontemporer dan pendekatan tematik (maudhu’i) menjadi pilihan dominan mahasiswa. Di Prodi IAt misalnya sebanyak 25% skripsi membahas tafsir sosial-kontemporer seperti lingkungan, kemiskinan, gender, dan kelas sosial. Sedangkan 19% fokus pada nilai spiritual/etis, seperti makna syukur, amarah, dan yang lainnya. Sisanya terbagi ke genre semantik-leksikal, komparatif tafsir, dan kajian tokoh. Contoh judul kekinian yaitu “Makna Thul al-Amal dalam Al-Qur'an: Analisis Semiotika Roland Barthes”, “Mencintai Diri Perspektif al-Qusyairi”, “Transformasi Kelas Sosial dalam Tafsir Sayyid Qutb”, “Larangan Khamar Perspektif Sosiologi Emile Durkheim”

Sedangkan prodi Ilmu Hadis sekitar 37.5% skripsi membahas isu sosial-kontemporer, seperti fatherless, budaya konsumtif, rasisme, dan kepemimpinan dan 25% mengkaji rawi dan kitab hadis, seperti studi tentang Mukhtalit atau Musnad al-Rabi‘.Selebihnya adalah kajian komparatif dan tokoh. Di antara judul skripsi yang kekinian yaitu “Budaya Konsumerisme Perspektif Hadis”, “Golongan Putih (Golput) dalam Pemilu Perspektif Hadis”, “Peran Orang Tua dalam Fenomena Fatherless”,”Analisis Hadis Tentang 12 belas Pemimpin (Studi Komparatif Pandangan Sunni & Syiah), dan juga judul-judul yang lainnya.
Sidang skripsi bersama ini bukan hanya momen evaluasi akademik, tetapi juga peta kecenderungan pemikiran mahasiswa Fakultas Ushuluddin. Dominasi tema sosial dan pendekatan tematik mencerminkan kepekaan intelektual generasi muda Islam terhadap realitas masyarakat, yang kemudian diolah secara akademik dalam bingkai tafsir dan hadis. Langkah penggabungan sidang dua prodi ini layak dijadikan model kolaborasi akademik ke depan, terlebih ditopang dengan semangat hari Jum’at yang penuh berkah.






