Skip to main content

Command Palette

Search for a command to run...

Menjembatani Tradisi dan Teknologi, HIMAPAS IAI Persis Garut Sukses Adakan Seminar Pendidikan

Updated
2 min read
Menjembatani Tradisi dan Teknologi, HIMAPAS IAI Persis Garut Sukses Adakan Seminar Pendidikan

GARUT – Himpunan Mahasiswa Pasca Sarjana (HIMAPAS) bekerja sama dengan Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Institut Agama Islam Persis (IAIPI) Garut sukses menggelar Seminar Pendidikan pada Selasa (26/8/2025). Mengangkat tema besar "Implementasi Pendidikan Akhlak dalam Pendekatan Deep Learning", acara ini dihadiri secara antusias oleh para guru dan pimpinan Persis se-Kabupaten Garut.

Bertempat di kampus IAIPI Garut, seminar ini menjadi wadah bagi para pendidik untuk menggali lebih dalam titik temu antara pendidikan karakter, nilai-nilai tradisi, dan inovasi teknologi modern. Peserta yang hadir terdiri dari guru tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK Persis, serta perwakilan dari Pimpinan Daerah (PD) dan Pimpinan Cabang (PC) Persis dan Persistri.

Seminar dibagi menjadi dua sesi yang saling melengkapi. Sesi pertama menampilkan tiga mahasiswa MPAI yang memaparkan hasil pemikiran mereka. Heri Mulyadi, M.Pd., membuka diskusi dengan menyoroti implementasi pendidikan nilai di lingkungan pesantren sebagai benteng moral. Dilanjutkan oleh Eko Puspito, S.Pd., yang membahas tantangan dan strategi pendidikan akhlak di tengah era disrupsi digital. Sesi ini ditutup oleh Lisnawati Lestari, S.Pd., yang menawarkan gagasan strategi implementasi pendidikan karakter melalui penanganan penggunaan gawai bagi anak yang relevan dengan kebutuhan siswa saat ini.

Sesi kedua menghadirkan dua narasumber inti yang memperdalam diskusi. Dr. Roni Nugraha, M.Ag., Dosen IAI Persis Bandung, memukau peserta dengan materinya "Menjembatani Tradisi dan Teknologi: Eksplorasi Deep Learning dalam Tafsir Anak". Beliau menjelaskan bagaimana teknologi deep learning dan kecerdasan buatan (AI) dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu inovatif untuk menyajikan materi keagamaan, seperti tafsir, secara lebih interaktif dan mudah dipahami oleh anak-anak, tanpa meninggalkan esensi nilai tradisionalnya.

Selanjutnya, Dr. Yusup Tajri, M.Pd., Dosen IAIPI Persis Garut, memberikan landasan filosofis melalui tema "Pendidikan Akhlak dalam Pendekatan Propetik". Beliau menekankan bahwa secanggih apa pun teknologi yang digunakan, ruh pendidikan akhlak harus tetap berlandaskan pada metode kenabian (propetik), yang mengedepankan keteladanan, kasih sayang, dan hikmah.

Secara keseluruhan, seminar ini berhasil menyampaikan pesan penting bahwa teknologi dan tradisi bukanlah dua kutub yang berlawanan. Sebaliknya, keduanya dapat diintegrasikan secara harmonis untuk menciptakan model pendidikan akhlak yang kokoh dan relevan bagi generasi Z dan Alpha. Para peserta yang hadir menunjukkan antusiasme tinggi, terlihat dari banyaknya interaksi selama sesi tanya jawab. Mereka mengaku mendapatkan wawasan baru untuk diterapkan di lingkungan pendidikannya masing-masing. (Liputan: Sofi / Himapas MPAI)

More from this blog

I

IAI Persis Garut - Berita dan Agenda

80 posts

Institut Agama Islam PERSIS Garut adalah perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik, profesional dalam kelompok disiplin agama, ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian.