Wisuda IAI Persis Garut: dari Sejarah Baru, Inovasi, hingga Internasionalisasi

Garut, 20 September 2025 – Institut Agama Islam (IAI) Persis Garut menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana ke-15 dan Pascasarjana ke-1 pada Sabtu, 20 September 2025 di Gedung Auditorium IAI Persis Garut. Acara ini berlangsung khidmat sekaligus meriah, dihadiri oleh jajaran pimpinan kampus, tokoh Persatuan Islam, pejabat pemerintah, serta keluarga besar wisudawan.

Wisuda Bersejarah
Wisuda tahun ini menjadi tonggak sejarah karena merupakan wisuda pertama sejak perubahan status dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) menjadi Institut Agama Islam (IAI). Tak hanya itu, untuk pertama kalinya juga IAI Persis Garut mewisuda mahasiswa Pascasarjana dari Program Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI). Sebanyak 21 mahasiswa angkatan pertama Pascasarjana seluruhnya berhasil lulus tepat waktu dan mengikuti prosesi wisuda.
Filosofi Toga Baru

Ada hal unik dalam wisuda kali ini. Kostum toga yang dikenakan senat dan wisudawan tampil berbeda dengan sentuhan budaya lokal Sunda. Iket Sunda yang dipadukan dalam desain toga menjadi simbol kearifan lokal sekaligus identitas akademik baru bagi IAI Persis Garut. Fakta uniknya, toga ini hasil karya desainer muda potensial alumni Pesantren Persis 19 Bentar yang akrab disapa Teh Farah.
Rektor IAI Persis Garut, Dr. H. Tiar Anwar Bachtiar, M.Hum., dalam sambutannya menegaskan:

“Iket Sunda bukan sekadar hiasan, tetapi lambang kearifan lokal, kebanggaan daerah, dan identitas budaya yang berpadu dengan tradisi akademik. Inovasi toga ini menjadi tanda bahwa IAI Persis Garut berani tampil beda, berkarakter, dan meneguhkan jati diri dalam perjalanan akademiknya.”
Internasionalisasi Kampus

Langkah internasionalisasi kampus juga tampak jelas. Pada pembukaan acara, tilawah Al-Qur’an dibawakan oleh mahasiswa asing asal Mesir bernama Muhammad Sayyid Muhammad yang kini menempuh pendidikan di Pascasarjana IAI Persis Garut melalui program beasiswa. Kehadiran tiga mahasiswa Mesir ini menandai langkah baru kampus menuju jejaring akademik global.
Sambutan Tokoh
Sejumlah tokoh penting hadir memberikan sambutan dan apresiasi, di antaranya:

H. Ena Sumpena, M.Pd.I sebagai perwakilan dari Badan Perwakilan Jam’iyyah (BPJ) menyampaikan syukur dan optimisme atas perkembangan kampus sebagai pusat kaderisasi Persis.

Ketua Bidgar DIKTI PP Persis, Dr. H. Utang Rosidin, S.H., M.H., yang menekankan potensi lahirnya guru besar dan peluang IAI Persis Garut naik status menjadi universitas.

Koordinator Kopertais Wilayah II Jawa Barat, yang diwakili oleh Dr. Deden Sumpena, M.Ag mengapresiasi inovasi dan perkembangan signifikan IAI Persis Garut di antara perguruan tinggi Islam swasta.

Kasubdit Litapdimas Kemenag RI, Dr. Nur Kafid, S.Th.I., M.Sc., yang dalam orasi ilmiahnya memuji keberanian IAI Persis Garut membuka Prodi Ilmu Hadis di jenjang S1 dan S2, di saat banyak perguruan tinggi enggan melakukannya. Apresiasi juga diberikan terkait rasio dosen dan kualifikasi lulusannya, serta adanya proses internasionalisasi melalui adanya mahasiswa asing asal Mesir yang kuliah di IAI Persis Garut.
Rangkaian Prosesi dan Hiburan
Prosesi wisuda berlangsung dengan penuh khidmat: pembacaan SK kelulusan, pelantikan wisudawan, pengalungan medali, hingga pembacaan ikrar alumni. Tak lupa diumumkan wisudawan berprestasi dalam kategori IPK tertinggi, riset terbaik, hafidz Qur’an 30 juz sebanyak 14 orang, serta mahasiswa teladan. Para wisudawan yang sudah resmi menjadi alumni ini secara simbolis SK nya diserahkan oleh Wakil Rektor 3 IAI Persis Garut: Dr. Heri Mohamad Tohari, M.Pd kepada Ketua Ikatan Alumni (IKA) IAI Persis Garut.

Terdapat juga sesi pesan dan kesan yang disampaikan oleh dua orang. Pertama, atas nama perwakilan yang disampaikan oleh Tedi Kurniawan, S.Ag yang juga terpilih sebagai Wisudawan Teladan.

Adapun yang kedua disampaikan oleh da’i kondang Drs. H. Yayat Ruhiyat sebagai perwakilan keluarga wisusawan, tepatnya suami dari salah seorang wisudawan bernama Rosi Rosidah, M.Pd.

Acara semakin semarak dengan penampilan paduan suara yang membawakan lagu-lagu kebangsaan, Mars Persatuan Islam, dan lagu islami. Momen yang paling berkesan adalah saat lima orang wisudawan berkolaborasi dengan tim paduan suara tampil menyanyikan lagu “Hanya Rindu” (Andmesh) dan “Manusia Kuat” (Tulus). Penampilan penuh semangat itu disambut meriah oleh hadirin, memberi nuansa hangat di tengah prosesi akademik.

Tidak lupa agenda rutin dan khas IAI Persis Garut berupa Pembacaan SK dan prosesi serah terima wisudawan yang akan bertugas dalam program Kafilah Du’at yang akan berdakwah di daerah terpencil Indonesia yang diserahkan secara simbolis oleh Rektor kepada Bidang Dakwah PP Persis, khususnya ketua Bidgar Dakwah Daerah Terpencil; Dr. Yusup Tajri, M.Pd.
Penutup
Acara ditutup secara resmi oleh Rektor IAI Persis Garut yang dilanjutkan dengan sesi foto resmi per prodi.

Wisuda ke-15 sarjana dan ke-1 pascasarjana ini bukan hanya menjadi seremoni akademik, tetapi juga simbol transformasi, inovasi, dan internasionalisasi. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, IAI Persis Garut optimis melangkah maju menjadi perguruan tinggi Islam unggul, berkarakter, dan berdaya saing global.
Dengan penuh kebanggaan, keluarga, dosen, dan tamu undangan menyaksikan lahirnya para sarjana dan magister baru dari IAI Persis Garut.






