Sidang Skripsi Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir 2026: Membangun Tradisi Keilmuan, Menguatkan Publikasi, dan Menjawab Tantangan Zaman

Garut, 11 Juli 2026 – Fakultas Ushuluddin & Adab Institut Agama Islam (IAI) Persis Garut melalui Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT) kembali menyelenggarakan Sidang Skripsi Tahun Akademik 2025/2026 pada Sabtu, 11 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung dengan khidmat ini menjadi salah satu tahapan penting bagi mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan strata satu sekaligus menandai lahirnya generasi sarjana Al-Qur'an yang siap berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat.Sidang skripsi tahun ini diikuti oleh 40 mahasiswa dari total 53 mahasiswa yang memenuhi persyaratan akademik. Pelaksanaan kegiatan dipandu oleh Ust. Dr. Abdurrohim, M.Ag. sebagai pembawa acara, sementara sambutan disampaikan oleh Ketua Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Ust. Yan Yan Nurdin, M.Ag.
Dalam sambutannya, Ketua Prodi menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya sidang skripsi sekaligus memberikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang telah berhasil menyelesaikan proses penelitian hingga memasuki tahap keyakinan akhir studi. Beliau menuturkan bahwa peserta sidang tahun ini merupakan angkatan kedua sejak perubahan status kelembagaan dari Sekolah Tinggi Agama Islam Persatuan Islam (STAIPI) menjadi Institut Agama Islam (IAI) Persis Garut. Oleh karena itu, capaian akademik angkatan ini menjadi tonggak penting dalam menunjukkan kualitas penyelenggaraan pendidikan di era baru IAI Persis Garut.
Salah satu capaian yang patut diapresiasi adalah adanya tujuh mahasiswa yang menyelesaikan tugas akhirnya melalui jalur non-skripsi, yaitu dengan menghasilkan artikel ilmiah yang telah diterbitkan pada jurnal nasional terakreditasi SINTA 2 dan SINTA 3. Prestasi tersebut menunjukkan bahwa budaya penelitian dan publikasi ilmiah telah tumbuh dengan baik di lingkungan Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir serta menjadi indikator meningkatnya kualitas akademik mahasiswa.Sidang skripsi secara resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Ushuluddin & Adab, Dr. H. Gun Gun Abdul Basith, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau memberikan motivasi kepada para peserta dengan mengaitkan perjalanan mahasiswa menuju sidang sebagai bagian dari sunnatullah dalam kehidupan. Beliau mengutip firman Allah Swt. dalam QS. Al-Baqarah ayat 155:"Dan sungguh Kami benar-benar akan menguji kamu dengan sedikit rasa takut, lapar, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah: 155)
Beliau menjelaskan bahwa ayat tersebut sangat relevan dengan pengalaman mahasiswa selama menempuh studi. Rasa takut menjelang sidang, perjuangan menyelesaikan penelitian, keterbatasan ekonomi untuk memenuhi kewajiban administrasi akademik seperti pelunasan SPP dan biaya sidang, hingga berbagai tantangan lainnya merupakan bentuk ujian yang telah berhasil mereka lalui."Alhamdulillah, seluruh ujian itu hari ini telah dilalui. Tinggal selangkah lagi menuju gelar sarjana. Semoga ilmu yang diperoleh menjadi ilmu yang bermanfaat dan mampu memberikan kontribusi bagi umat," tutur beliau.
Pada kesempatan tersebut, Dekan juga menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap perkembangan Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir. Menurutnya, Prodi IAT merupakan salah satu program studi yang paling produktif dalam menghasilkan penelitian dan publikasi ilmiah di lingkungan IAI Persis Garut. Hal itu dibuktikan dengan meningkatnya jumlah artikel ilmiah mahasiswa yang berhasil diterbitkan pada jurnal-jurnal nasional bereputasi.Beliau berharap budaya akademik yang kuat tersebut dapat terus dipertahankan dan menjadi inspirasi bagi program studi lain dalam mengembangkan tradisi riset dan publikasi ilmiah.
Lebih dari sekadar pelaksanaan ujian akhir, sidang skripsi tahun ini juga memperlihatkan arah perkembangan penelitian mahasiswa yang semakin adaptif terhadap persoalan-persoalan kontemporer. Berbagai judul penelitian tidak hanya mengkaji khazanah tafsir klasik, tetapi juga menghadirkan dialog antara Al-Qur'an dan realitas kehidupan modern.
Beberapa penelitian mengangkat isu-isu yang sangat aktual, seperti fenomena Fear of Missing Out (FOMO) di media sosial, distraksi digital pada Generasi Z, fenomena oversharing, kesehatan mental dalam perspektif Al-Qur'an, gentle parenting, konsumerisme modern, hingga persoalan lingkungan hidup, deforestasi, dan polusi udara. Tema-tema tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir mampu menjadikan Al-Qur'an sebagai sumber inspirasi dalam menjawab tantangan masyarakat modern. Di sisi lain, kekuatan akademik Prodi tetap tampak melalui berbagai penelitian yang mengkaji kitab-kitab tafsir klasik karya para ulama, seperti Ibnu Katsir, Ath-Thabari, Al-Qurthubi, Al-Maraghi, Sayyid Quthb, Nawawi al-Bantani, Moh. Emon Hasim, hingga kajian metodologis mengenai otentisitas Al-Qur'an, semantik, living Qur'an, hermeneutika, semiotika, dan pendekatan ilmu sosial melalui pemikiran Jürgen Habermas. Perpaduan antara kajian turats dan pendekatan multidisipliner tersebut menunjukkan bahwa penelitian mahasiswa tidak hanya memiliki kedalaman keilmuan, tetapi juga menawarkan kontribusi nyata bagi pengembangan studi Al-Qur'an di era kontemporer.
Berdasarkan keseluruhan tema penelitian, terlihat bahwa mayoritas skripsi mahasiswa memiliki relevansi yang sangat kuat dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Al-Qur'an tidak hanya dipahami sebagai teks yang dikaji secara normatif, tetapi juga dihadirkan sebagai sumber nilai dan solusi terhadap berbagai persoalan kehidupan, mulai dari etika bermedia sosial, kesehatan mental, pendidikan keluarga, kepemimpinan, hingga pelestarian lingkungan.
Pelaksanaan Sidang Skripsi Tahun Akademik 2025/2026 ini menjadi bukti bahwa Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin & Adab IAI Persis Garut terus berkomitmen membangun budaya akademik yang unggul, memperkuat tradisi penelitian, serta melahirkan lulusan yang memiliki kedalaman ilmu, kemampuan berpikir kritis, dan kepekaan terhadap dinamika masyarakat. Harapannya, para lulusan tidak hanya menjadi sarjana yang menguasai khazanah tafsir, tetapi juga mampu menghadirkan nilai-nilai Al-Qur'an sebagai solusi bagi berbagai persoalan umat, bangsa, dan peradaban.





